Let's Pay Back! Salam 2 Jari!

01:15



Kita harus menang total, untuk revolusi mental….Salam dua jari, jangan lupa pilih Jokowi – JK. Dari Botak sampai gondrong, hatinya kotak-kotak.…Salam dua jari, jangan lupa pilih Jokowi – JK

  Pertama kali gue dengerin lagu ini adalah ketika kakak gue yang menetap di Singapore ngirimin video keponakan-keponakan gue nyanyiin lagu ini. Awalnya gue pikir itu cuman karangan mereka *lol* tapi ternyata lagu tersebut di bawakan oleh Slank & Friends sebagai dukungan mereka terhadap gerakan Revolusi Mental. Selain arrangement nya yang easy listening, lirik nya pun menarik.

  Sejak awal pengumuman Capres & Cawapres 2014-2019 diumumkan oleh KPU, hati gue sudah lebih condong kepada Jokowi-JK. Kenapa begitu? Selain kesederhaan Jokowi, Track record kepemimpinan Beliau sudah sangat jelas diketahui mayoritas orang Indonesia -not to mention berbagai penghargaan Internasional. Gue sendiri pertama kali tau sosok Jokowi ketika mendengar berita di radio tentang kepemimpinan Beliau sebagai Walikota Solo yang tidak pernah menerima gaji nya sama sekali. Gue langsung simpati dan mencari tau lebih jauh tentang sosok Jokowi. Kemudian Beliau menjadi familiar di mata rakyat Indonesia ketika terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta dan memimpin Jakarta dengan gaya blusukannya. 

  Tapi hal-hal di atas ga langsung membuat gue 100% yakin memilih Jokowi-JK. Gue kemudian melihat ada hal yang menarik: orang-orang dibelakang Jokowi, baik Tim Ahli maupun Tim Sukses. Adalah sosok Anies Baswedan yang membuat gue yakin memilih Jokowi – JK. Gue sendiri adalah penggemar berat Beliau. *iye, berat* . Menurut gue, Beliau adalah sosok yang simple, bijaksana, kritis, ga mengikuti arus politik yang mayoritas kotor, dan terlebih lagi Beliau adalah seorang yang cerdas. Akademisi dan aktifis. Watta combo! Sebenarnya gue berharap Beliau yang terpilih pada  konvensi Partai Demokrat beberapa waktu lalu...but ANYWAY, gue menjadi sangat mantap mendukung Jokowi – JK, setelah gue mendengar speech Pak Anies di youtube beberapa waktu lalu.

Di dalam speech tersebut, ada beberapa (dari begitu banyak) poin menarik yang Beliau sampaikan untuk kemudian dimengerti oleh kita:

Orang-orang yang baik, biasanya memiliki hambatan ketika ingin masuk ke dunia politik. Karena ini mindset kita: ketika orang tak bermasalah masuk ke poitik, kita cenderung mempermasalahkan, sebaliknya jika orang yang bermasalah masuk ke politik, justru kita tidak permasalahkan.




Kalau ada orang baik ingin ikut bertanggungjawab mengurus masalah Indonesia, dia pasti akan kalah jika orang baik lainnya, memilih diam dan mendiamkan. Pasti!
Jokowi merupakan suatu antitesa atas apa yang terjadi selama ini. Dia menawarkan kebaruan. Perubahan itu bisa dilakukan, jika dia bukan bagian dari masalah. Pak Jokowi is a clear choice.




Kenapa harus kemudian Jokowi menjadi presiden? Ketika ada orang baik yang terpercaya menjadi pemimpin di sebuah wilayah, apa yang terjadi di wilayah itu? Kita memiliki perasaan bahwa ada orang sedang bertanggung jawab yang sedang kerja disana. Apakah orang itu akan menyelesaikan semua masalah? Tidak. Apakah orang itu akan menyelesaikan masalah dan waktu sesingkat-singkatnya? Tidak. Tapi ketika ada problema-problema baru, maka rakyat tidak mengeluh. Kenapa? Karena dia tau pemimpinnya sedang kerja.



  Terlepas dari speech pak Anies yang udah bikin gue mantap memilih, gue juga sempat melihat dari perspektif lain.  Well, gue sendiri adalah tipe orang yang suka meng-cross check kebenaran dari suatu pernyataan melalui berbagai trusted source. Bukan karena gue mendukung Jokowi-JK, tetapi gue merasa bodoh ketika gue ga bisa memberi informasi yang benar ketika orang lain menimpali gue dengan informasi salah. Sebaliknya, ketika gue tau hal yang benar maka gue akan sangat mantap untuk mempertahankan hal tersebut, tidak peduli ada berapa banyak orang yang gue lawan. Istilahnya: Sini lo semua! Satu satu juga gue jabanin! :p

  Sejak masa kampanye resmi di buka, ada begitu banyak black campaign yang dilemparkan oleh pihak tertentu untuk menjelekkan citra baik Jokowi-JK. Gue mencoba melihat diskusi resmi maupun ga resmi dari kedua kubu….dan satu hal yang terlihat jelas adalah:
   ~Kubu No.1 cenderung lebih menghindar ketika kemudian dikonfrontif untuk berdiskusi berdasarkan fakta dan logika. Para pendukung cenderung memiliki mental bodo amat yang penting gue pilih no.1 dan seakan menutup mata, telinga dan hati terhadap sejarah Indonesia.
   ~Sedangkan hal yang berbeda ditunjukan dari kubu Jokowi. Dari Tim Ahli sampai ke pendukung biasa, mereka semua kemudian menjadi cerdas untuk meng-cross check kebenaran dari berita dan isu yang beredar. Dan yang paling menarik adalah cara mereka mempertahankan pendapat: tidak ngotot tetapi berdasarkan fakta dan analogi yang clear.



Konser Salam 2 Jari, Gelora Bung Karno, 5 Juli 2014

  Yang terakhir adalah ketulusan dari pendukung Jokowi-JK. Konser Salam Dua Jari adalah salah satu bukti nyata dari begitu banyak orang berniat baik yang secara tulus mendukung Jokowi-JK. Bukan karena nasi bungkus gratisan, bukan karena salam tempel, apalagi karena mental bodo amat. Itu semua karena kami tau dan yakin siapa yang kami pilih…..dan kami tidak ada beban moral untuk memilih Jokowi –JK. Use Your Voice dan awasi perhitungan di TPS masing-masing. Mari Sukseskan Revolusi Mental!

Salam 2 Jari, Kawan!

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Search This Blog